Sabtu, 07 November 2026 | Portal Berita Resmi Pemprov Kalimantan Tengah
Media Sosial:

RSUD Lakukan Penyuluhan Kesehatan Tentang TBC

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 16 Maret 2020 08:55, Dibaca 5,983 kali.


MMCKalteng - KUALA KAPUAS - Kegiatan Rutin PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), bertempat di Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas dilaksanakan Penyuluhan atau Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Widiya Perwita Sari selaku Dokter Internsip, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang “Tuberkulosis”, Jumat (13/3/2020) pagi.

dr. Widiya menjelaskan Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang tersering dan paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru.

(Baca Juga : Enam Orang Taruna/Taruni PTDI-STTD Asal Kobar Dilantik)

Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui orang yang telah mengidap TBC. Kemudian, batuk atau bersin menyemburkan air liur yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah terhadap penyakit tuberkulosis. Walaupun biasanya menyerang paru-paru, penyakit ini dapat memberi dampak juga pada tubuh lainnya, seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya.

Indonesia sendiri termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TBC terbanyak di Asia Tenggara dengan jumlah pengidap yang mencapai 305.000 jiwa pada 2012. Apabila tuberkulosis laten atau TBC tidak mendapat pengobatan, maka lebih dari 50 persen orang yang mengidap penyakit ini dapat meninggal. Walau begitu, hanya satu banding sepuluh kasus yang berkembang menjadi penyakit aktif.

Untuk kasus TBC laten, bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkulosis belum aktif secara klinis dan hanya berada di dalam tubuh. Jika sudah aktif, akan terjadi gejala pada periode tertentu bisa dalam hitungan minggu maupun tahun. Durasi tersebut tentu saja tergantung dari kondisi kesehatan dan daya tahan dari pengidap.

Tuberkulosis umumnya menyerang paru-paru dengan gejala utama batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Batuk yang terjadi juga kadang mengeluarkan dahak berwarna seperti karat atau batuk darah. Pengidap TBC juga biasanya akan kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan yang disertai dengan demam, keringat malam hari, dan kelelahan. Jika infeksi tuberkulosis pada paru telah menyebabkan kerusakan pada paru, akan timbul gejala sesak napas.

Bakteri TBC bisa saja bersifat tidak aktif saat masuk ke dalam tubuh, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya menyebabkan kemunculan gejala-gejala TBC. Pada kasus ini, kondisi tersebut dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sedangkan TBC yang langsung memicu gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Pengobatan TBC dari dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, seperti rontgen dada, tes Mantoux, tes darah, dan tes dahak. Hal tersebut dikarenakan tuberkulosis adalah penyakit yang sulit dideteksi, terutama jika pengidapnya adalah anak-anak. Dengan pengobatan yang benar, penyakit yang serius ini bisa disembuhkan. Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis obat antituberkulosis yang harus diminum selama jangka waktu tertentu, minimal 6 bulan.

Langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah TBC adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan.

"Segera hubungi dokter dan berobat ke Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit jika mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi," pungkasnya. (PKRSKapuas/hmskmf)

Gusti Mahfuz

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
KABUPATEN/KOTA
RSPD Gelar Program Keterbukaan OPD
KABUPATEN/KOTA
Bupati Pulang Pisau Kukuhkan Pengurus FPK Periode 2022-2025
KABUPATEN/KOTA
Sembelih Hewan Kurban Harus Memenuhi Kriteria Asuh
KABUPATEN/KOTA
Bupati Resmikan Program Sarana Air Minum di Basarang
KABUPATEN/KOTA
KONI Katingan Gelar Rapat Kerja Tahun Anggaran 2021
KABUPATEN/KOTA
Gadget Bisa Pengaruhi Perkembangan Mental Anak
Berita Terbaru
STATISTIK PENGUNJUNG
Hari Ini 3.113
Minggu Ini 3.547
Bulan Ini 5.361.666
Total Kunjungan 285.272.990