Sabtu, 07 November 2026 | Portal Berita Resmi Pemprov Kalimantan Tengah
Media Sosial:

Manfaat Sampah Organik Bagi Kehidupan

Kontribusi dari Rikah Mustika, 22 Mei 2018 09:13, Dibaca 6,979 kali.


Sampah merupakan hasil buangan proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sampah juga bisa diartikan sebagai sisa kegiatan manusia sehari-hari dan proses alam, yang membentuk sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup dan bisa terurai alami oleh bakteri tanpa adanya campur tangan manusia, namun perlu diberikan suatu bahan kimia dalam membantu proses penguraian. Dampak yang ditimbulkan sampah ini yaitu hasil pembusukan yang menimbulkan bau busuk menyengat, yang dapat menimbulkan penyakit akibat bakteri. Meskipun begitu, sampah ini tergolong sampah yang ramah lingkungan.

(Baca Juga : Liburan dan Lebaran)

Sampah organik dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu sampah organik basah (pembusukan buah-buahan dan sisa sayuran) dan sampah organik kering (kertas, kayu, ranting pohon, dan daun kering). Keduanya memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari seperti:

 

1.     Dapat diolah menjadi kompos dan pupuk sederhana

Sebagaimana kita ketahui, sampah organik dapat dijadikan kompos, namun masih banyak yang belum tahu cara pengolahannya dan dimanfaatkan untuk pertanian, sebab butuh ketelatenan dan melalui tahapan yang benar. Apabila tidak telaten, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk sederhana. Hanya diperlukan suatu lubang untuk pembuangan sampah organik di tanah dan tunggu hingga membusuk hingga menyerupai tanah. Unsur hara yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

 

2.     Tambahan Pakan Ternak

Sampah organik yang berbentuk dedaunan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti kambing, sapi dan hewan herbivora lainnya. Selain itu, dapat juga dibuat menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan.

 

3.     Dapat dijadikan kerajinan tangan

Beberapa sampah organik dapat dijadikan produk yang memiliki nilai jual, seperti enceng gondok yang sudah dikeringkan dan dibakar dapat diolah kembali menjadi tas. Selain itu, batok kelapa yang umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar, dapat juga dijadikan sebagai peralatan masak seperti centong, cangkir, dll.

 

4.     Dapat dijadikan Biogas dan listrik

Sampah organik dari tahu, tempe dan kotoran hewan dapat dijadikan bahan utama untuk membuat biogas. Cukup sediakan wadah tertutup yang dapat dijadikan penampungan gas dan ditambahkan air serta diaduk untuk mempercepat proses pembuatannya. Selain itu, dapat juga ditambahkan decomposer untuk mempersingkat waktu pembuatan, karena apabila hanya menggunakan air butuh waktu lebih dari dua minggu.

 

Itulah beberapa manfaat sampah organik yang belum banyak dimanfaatkan karena baunya yang tidak sedap. Sesungguhnya apabila diolah dengan telaten, dapat dijadikan sebagai peluang usaha dan juga mengurangi global warming. Semoga ke depannya masyarakat Indonesia bisa sadar akan pentingnya pengolahan sampah organik ini agar Indonesia terbebas dari pencemaran lingkungan. (Rikah/net)

Rikah Mustika

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Artikel
Dinas TPHP Prov. Kalteng Dukung Penanganan PMK Ternak di Kalimantan Tengah
Artikel
El Nino Diperkirakan hingga Awal 2027, Barito Utara Perkuat Penanganan Karhutla
Artikel
Bupati Seruyan Salurkan Bantuan Sarpras Perikanan, Perkuat Produktivitas Nelayan
Artikel
Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
Artikel
Hari Kejaksaan Nasional Ke-58
Artikel
Kearifan Lokal sebagai Daya Tarik Wisatawan
Artikel
Langkah-Langkah Penanganan Pasien Covid-19 di Kalimantan Tengah
Berita Terbaru
STATISTIK PENGUNJUNG
Hari Ini 2.755
Minggu Ini 3.189
Bulan Ini 5.361.308
Total Kunjungan 285.272.632