Sabtu, 07 November 2026 | Portal Berita Resmi Pemprov Kalimantan Tengah
Media Sosial:

Drainase Perlu Dikeruk dan Diperlebar

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 05 Desember 2019 17:31, Dibaca 1,288 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya – Pemukiman padat penduduk serta kawasan jalan di Kota Palangka Raya Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah kembali dilanda banjir, setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu 4 Desember dini hari yang lalu.

(Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Dishub Terus Lakukan Pengawasan Perlintasan Kapal)

Banjir yang kembali berulang-ulang terjadi setiap hujan turun dengan derasnya ini mendapat perhatian dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Palangka Raya, Riduanto.

Menurutnya,  untuk mengatasi terjadinya banjir adalah dengan melakukan perbaikan pada drainase yang telah ada. Perbaikan yang dimaksud adalah seperti pengerukan aliran drainase yang dangkal hingga pelebaran ukuran drainase.

“Sebaiknya untuk ukuran saluran pembuangan air primer yang mengarah ke sungai jangan sampai kecil ukurannya. Terlebih yang ada saat  ini sudah dangkal serta ada gundukan di aliran pembuangan,”ungkap Riduanto, Kamis (5/12/2019).

Ia mencontohkan saluran pembuangan primer yang melewati daerah jalan RTA Milono yang tembus ke arah Kereng Bangkirai dimana semakin ke ujung pembuangan justru semakin kecil.

“Ini harus diperhatikan oleh pemerintah melalui instansi terkaitnya,  termasuk melakukan perbaikan terhadap drainase  yang dalam kondisi dangkal,”bebernya.

Selebihnya  Riduanto menambahkan agar persoalan  banjir yang disebabkan banyak faktor tersebut, diantaranya terkait dengan fungsi drainase, maka  apa yang terjadi di lapangan harus menjadi satu persepsi bagi pemerintah daerah untuk mengatasinya.

Sementara itu anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Ruselita mendorong semua elemen masyarakat  untuk berperan aktif bersama-sama membersihkan saluran drainase di wilayahnya masing-masing.

“Ya, seperti yang sering kita himbau kepada seluruh masyarakat,untuk pro aktif membersihkan lingkungan termasuk drainase dilingkungannya masing-masing,”bebernya.

Selama ini kata dia, saluran atau drainase yang tersumbat lebih dikarenakan endapan sampah yang banyak di saluran tersebut, tanpa ada dibersihkan

“Maka itulah, setidaknya dalam lingkungan masyarakat harus ada gotong royong, membersihkan drainase untuk  mencegah terjadi banjir kala hujan turun,”tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

 

Martiana Winarsih

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
KABUPATEN/KOTA
Anggota DPRD Gunung Mas Sambut Baik Listyo Sigit Jadi Kapolri
KABUPATEN/KOTA
Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun Berbagi Kado Natal 2020
Berita Terbaru
STATISTIK PENGUNJUNG
Hari Ini 288
Minggu Ini 722
Bulan Ini 5.358.841
Total Kunjungan 285.270.165