Senin, 09 November 2026 | Portal Berita Resmi Pemprov Kalimantan Tengah
Media Sosial:

Kabut Asap Meningkat, Penderita ISPA di Pulang Pisau Capai 99 Kasus

Kontribusi dari Kominfo Pulang Pisau, 24 September 2026 17:54, Dibaca 1,754 kali.


MMCKalteng - Pulang Pisau – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Data harian Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau pada 24 September 2026 mencatat sebanyak 99 penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditangani sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau Osa Maliki, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla, khususnya karena kualitas udara di wilayah Pulang Pisau mengalami penurunan akibat kabut asap, Kamis (24/9/2026).

(Baca Juga : Yayasan Pendidikan Al Quran Diresmikan Bupati)

Berdasarkan data kualitas udara pada 24 September 2026 pukul 10.27–11.29 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 1.717 µg/m³ dengan kategori berbahaya. Angka tersebut jauh berada di atas baku mutu PM2.5 sebesar 55 µg/m³ sebagaimana tercantum dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

“Dengan kondisi kualitas udara seperti ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan,” ujar Osa saat berada di Posko Induk BPBD Kabupaten Pulang Pisau.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, dari 99 penderita ISPA yang tercatat pada laporan harian 24 September 2026, kasus ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Pulang Pisau sebanyak 16 orang, Puskesmas Maliku 14 orang, Puskesmas Bereng 11 orang, Puskesmas Bawan 8 orang, Puskesmas Bukit Rawi 9 orang, Puskesmas Pangkoh 12 orang, RSUD Pulang Pisau 6 orang dan Posko Karhutla 6 orang.

Sementara itu, Puskesmas Sebangau menangani 6 orang, Puskesmas Tangkahen 5 orang, Puskesmas Jabiren 2 orang, Puskesmas Bahaur Tengah dan Bahaur Hilir masing-masing tidak mencatat penderita pada laporan tersebut, serta Puskesmas Tahai sebanyak 4 orang.

Osa menjelaskan, penanganan karhutla terus dilakukan melalui posko-posko lapangan di sejumlah wilayah terdampak. Data Posko Induk Siaga Karhutla per 22 September 2026 mencatat kejadian dan luas karhutla di delapan kecamatan, dengan Jabiren Raya mencatat 5.392 hotspot, 14 kejadian dan luas karhutla 2.838,9 hektare.

Selain Jabiren Raya, data juga mencatat Sebangau Kuala sebanyak 10.200 hotspot, 27 kejadian dan 316,7 hektare, Banama Tingang 1.520 hotspot, 21 kejadian dan 121,2 hektare, Maliku 21 hotspot, 3 kejadian dan 19,5 hektare, Kahayan Tengah 1.998 hotspot, 33 kejadian dan 399,9 hektare, Pandih Batu 5.887 hotspot, 16 kejadian dan 149,2 hektare, Kahayan Kuala 4.691 hotspot, 25 kejadian dan 532 hektare, serta Kahayan Hilir 2.472 hotspot, 47 kejadian dan 371,28 hektare.

“Penanganan di lapangan terus diperkuat melalui pemadaman, pembasahan, penyekatan dan upaya pengendalian titik api. Dukungan serta kepedulian masyarakat sangat diperlukan agar upaya penanganan dapat berjalan maksimal,” kata Osa. (Diskominfostandi Pulang Pisau/Barsel)/Edt:UL

Kominfo Pulang Pisau

Kominfo Pulang Pisau

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
KABUPATEN/KOTA
Hari Guru Jangan Hanya Seremonial
KABUPATEN/KOTA
Tari Kolosal
KABUPATEN/KOTA
Bupati dan Ketua TP-PKK Hadiri Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Pulang Pisau
KABUPATEN/KOTA
Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2022-2027 di Kabupaten Barito Selatan.
KABUPATEN/KOTA
TVRI Kalteng Silaturahmi dengan Diskominfo Kapuas
Berita Terbaru
STATISTIK PENGUNJUNG
Hari Ini 180
Minggu Ini 8.570
Bulan Ini 4.279.142
Total Kunjungan 285.278.013