Sabtu, 07 November 2026 | Portal Berita Resmi Pemprov Kalimantan Tengah
Media Sosial:

Kawasan DAS Bisa Jadi Desa Wisata

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 26 November 2019 23:13, Dibaca 1,104 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya – Wilayah Kota Palangka Raya dikelilingi sejumlah sungai besar, seperti Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sabangau.

(Baca Juga : Perbaiki Kualitas Data, BPS Kobar Gelar Focus Group Discussion)

Keberadaan sungai ini tentu dimanfaatkan masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan, ditandai dengan menjamurnya pemukiman warga disekitar bantaran sungai atau daerah aliran sungai (DAS).

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Shopie Ariany Sitorus, meski pertumbuhan penduduk melebar hingga kawasan DAS, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penataan yang baik sehingga tidak menimbulkan kesemrawutan.

“Saat ini perbaikan dan penataan kawasan pinggiran sungai yang ada di Kota Palangka Raya masih dirasa minim,” ungkapnya, Senin (25/11/2019).

Contohnya kata Shopie, pemukiman penduduk yang ada di kawasan Flamboyan bawah, dimana masih jauh dari kategori tertata dan rapi. Hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Kawasan bantaran sungai sangat penting ditata dengan baik. Sehingga kawasan tersebut mampu menghasilkan perekonomian dari berbagai sektor yang berujung pada kesejahteraan,” ujarnya.

Disisi lain ucap legislator Partai Perindo ini, pentingnya penataan kawasan bantaran sungai setidaknya mampu mencegah banjir yang sering melanda warga sekitar. Bencana banjir yang kerap di alami masyarakat merupakan kendala untuk menumbuhkan perekonomian.

“Jika bantaran sungai tertata rapi dan indah, maka bisa saja digagas menjadi desa wisata pinggir sungai, sehingga dengan sendirinya warga sekitar pun terkena dampaknya. Misalnya, ekonomi tumbuh, dan penggangguran berkurang,” cetusnya.

Senada dengan itu Walikota Palangka Raya Fairid Naparin menyebutkan, jumlah anggaran yang diterima pemerintah untuk penataan dan perbaikan infrastruktur tahun 2020 adalah sebesar Rp 950 miliar. Anggaran tersebut akan diperuntukan khusus pada infrastruktur.

“Semua wilayah akan dibangun, dirapikan maupun ditata. Tak terlepas juga wilayah bantaran sungai yang rencananya akan dijadikan water front city. Tujuannya sama, untuk meningkatkan perekonimian masyarakat sekitar,” jelas Fairid ketika itu. (MC. Isen Mulang.1)

 

Martiana Winarsih

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
KABUPATEN/KOTA
Pangkalan TNI AL Tipe D akan Dibangun di Kobar
KABUPATEN/KOTA
Festival Budaya TMPT Resmi di Gelar
KABUPATEN/KOTA
Musrenbang Tingkat Kecamatan Laung Tuhup
KABUPATEN/KOTA
Pemkab Kobar Terima Hibah Jalan Konsorsium Sepanjang 160 Km
KABUPATEN/KOTA
Sekda Katingan Ikuti Rakorda FKUB se-Kalteng Tahun 2021
KABUPATEN/KOTA
Bupati Kapuas Serahkan Bantuan Rastra
KABUPATEN/KOTA
Perayaan Natal DWP Barito Selatan 2024, Pentingnya Tingkatkan SDM Berkualitas
KABUPATEN/KOTA
RPJMD Acuan Utama Penyusunan Renstra  
Berita Terbaru
STATISTIK PENGUNJUNG
Hari Ini 2.776
Minggu Ini 3.210
Bulan Ini 5.361.329
Total Kunjungan 285.272.653